Matahari Sebagai Penentu Waktu

"Panas matahari berasal dari batu meteor yang berjatuhan dengan kecepatan tinggi pada permukaan matahari" JR Meyer

     
     Sebelum membahas matahari sebagai penentu waktu ada baiknya kita sedikit mengetahui data-data tentang matahari. Matahari atau juga disebut Surya (dari nama Dewa "Surya" - Dewa Matahari dalam kepercayaan Hindu) adalah bintang terdekat dengan Bumi dengan jarak rata-rata 149.680.000 kilometer (93.026.724 mil). Matahari serta kedelapan buah planet (yang sudah diketahui/ditemukan oleh manusia) membentuk Tata Surya. Sejauh penelusuran mengenai tata surya, telah disimpulkan menjadi dua ; Pertama, Sistem Ptolomeus dan Kedua, sistem Kopernicus. Matahari adalah suatu bintang sebagai pusat peredaran benda langit dalam tatasurya. Pada hakekatnya Matahari adalah bintang yang berukuran sedang. Seperti dikemukakan oleh penelitian Kepler, Matahari menjadi pusat peredaran planet-planet dalam tatasurya kita yang orbitnya berbentuk eliptik, sedangkan Matahari berada pada salah satu fokus elip ini.
     Di samping sebagai pusat peredaran, matahari juga merupakan pusat sumber tenaga di lingkungan tata surya. Matahari terdiri dari inti dan tiga lapisan kulit, masing-masing fotosfer, kromosfer dan korona. Namun struktur detailnya adalah ; 1) inti atau bagian dalam dari matahari, 2) Permukaan atau kulit matahari, 3) Atmosfer matahari atau tiga lapisan kulit inti, 4) Permukaan matahari, 5) Spektrum Matahari, dan 6) Noda-noda Matahari. Material dari matahari terbentuk dari ledakan bintang generasi pertama seperti yang diyakini oleh ilmuwan, bahwasanya alam semesta ini terbentuk oleh ledakan big bang sekitar 14.000 juta tahun lalu.
     Jarak matahari ke bumi adalah 150 juta km. Dibandingkan dengan bumi, diameter matahari kira-kira 100 kalinya. Gaya tarik matahari kira-kira 28 kali gaya tarik bumi. Sinar matahari menempuh masa delapan menit untuk sampai ke Bumi. Kuatnya pancaran sinar matahari dapat mengakibatkan kerusakan pada jaringan sensor mata dan mengakibatkan kebutaan.
Menurut perhitungan para ahli, temperatur di permukaan matahari sekitar 6.000 °C. Jenis batuan atau logam apapun yang ada di Bumi ini akan lebur pada suhu setinggi itu. Temperatur tertinggi terletak di bagian tengahnya yang diperkirakan tidak kurang dari 25 juta derajat Celsius namun disebutkan juga kalau suhu pada intinya 15 juta derajat Celsius. Ada pula yang menyebutkan temperatur di inti matahari kira kira sekitar 13.889.000 °C.  Menurut JR Meyer, panas matahari berasal dari batu meteor yang berjatuhan dengan kecepatan tinggi pada permukaan matahari. Sedangkan menurut teori kontraksi H Helmholz, panas itu berasal dari menyusutnya bola gas. Ahli lain, Dr Bothe menyatakan bahwa panas tersebut berasal dari reaksi-reaksi termonuklir yang juga disebut reaksi hidrogen helium sintetis.
    Selanjutnya kita akan bahas mengenai pergerakan matahari di Pergerakan Matahari

No comments

Powered by Blogger.